← Kembali ke Silsilah Pendiri

Catatan Tokoh · Keluarga Celagi Gendong

I Gede Regig

Kakak kandung I Made Regog Gunung / Pekak Gunung menurut keterangan keluarga

Hubungan keluarga

Menurut keterangan keluarga yang saat ini dianggap cukup pasti, I Gede Regig adalah kakak kandung I Made Regog Gunung / Pekak Gunung, dan I Nyoman Bedeg adalah adik kandung mereka. Informasi mengenai kemungkinan saudara lain belum dicantumkan sampai keluarga memberikan konfirmasi lebih lanjut.

Tempat tinggal menurut keluarga

Menurut keterangan keluarga, I Gede Regig kemudian tinggal di Tegalinggah, kawasan yang berdekatan dengan Pemedilan. Informasi tempat tinggal ini dicatat sebagai keterangan keluarga dan menjadi petunjuk penting untuk penelusuran arsip kelurahan, banjar, serta hubungan sosial dengan lingkungan Pemedilan.

Jejak dalam dokumentasi Kertha Wisesa

Buku pemerintah Pencak Silat Daerah Bali terbitan 1985 mencantumkan nama Regig di antara tokoh-tokoh awal Kertha Wisesa, bersama Nyoman Lilir, Ketut Ngembon, Made Runtig, Nyoman Bedeg, Made Rema dan tokoh lain. Dokumen itu belum mencantumkan nama depan “I Gede” maupun hubungan keluarga dengan Made Regog.

Jejak pejuang tahun 1949

Artikel akademik KULTURISTIK Universitas Warmadewa (2020), berdasarkan wawancara dengan pejuang I Nyoman Nirba pada 1985, mencatat seorang I Regig asal Banjar Celagi Gendong, Denpasar. Ia menjadi sopir bus yang membawa I Nyoman Nirba, I Nyoman Suka, Ketut Weda, dan Ketut Punia dari Negara menuju Desa Banjar, Buleleng untuk bertemu jaringan pejuang dan membicarakan instruksi, situasi daerah, serta penurunan gerilya pada 1949.

Kesamaan nama yang langka, asal Banjar Celagi Gendong, dan periode hidup membuat identifikasi dengan I Gede Regig keluarga Pekak Gunung menjadi kemungkinan yang sangat kuat. Namun sumber tersebut hanya menulis “I Regig”, sehingga situs belum menutup identitas itu sebagai fakta final.

Lead politik 1947 yang belum terkonfirmasi

Tesis I Ketut Ardhana mencatat nama “I Gde Regoeg” sebagai salah satu kandidat terpilih dari Badung dalam pemilihan Paruman Agung/Paruman Negara tahun 1947, bersumber dari surat kabar Penjoeloeh Bali tanggal 29 April 1947. Ejaan dan konteksnya menarik, tetapi belum ada bukti bahwa tokoh ini adalah I Gede Regig dari Celagi Gendong.

Disambiguasi nama

Arsip ANRI juga mencatat seorang Praptu I Regig di Taman Pahlawan Carangsari yang gugur pada 1946. Berdasarkan keterangan keluarga, tokoh tersebut bukan I Gede Regig dari Celagi Gendong karena I Gede Regig masih hidup jauh setelah 1946. Catatan Warmadewa yang menempatkan “I Regig” dari Celagi Gendong masih beraktivitas pada 1949 juga sejalan dengan keterangan keluarga ini.

Nilai temuan

Gabungan bukti ini memperkuat bahwa nama Regig bukan hanya bagian dari ingatan keluarga: ia muncul dalam dokumentasi awal Kertha Wisesa dan dalam sumber sejarah perjuangan yang secara eksplisit menyebut Celagi Gendong. Hubungan kakak kandung dengan Pekak Gunung tetap ditandai sebagai keterangan keluarga sampai ditemukan arsip keluarga, desa, veteran, atau organisasi yang menyebut keduanya bersama.