Perguruan Pencak Silat Bali · Jejak sejak 1940

Kertha Wisesa

Menjaga warisan pencak silat Bali melalui seni, prestasi, kerohanian, persaudaraan, dan pengabdian lintas generasi.

1940Jejak awal perguruan
1973Nama Kertha Wisesa digunakan
9Kabupaten/kota hadir di Kejurda VIII 2024
Turun untuk membaca ↓

Sejarah

Dari Celagi Gendong menuju warisan lintas generasi

Jejak publik Pemerintah Provinsi Bali mencatat keberadaan perguruan ini sejak 1940, didirikan oleh I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar. Pada masa awal perguruan dikenal dengan nama ESTI — Eka Sentosa Stiti.

Pada 1973, nama organisasi kemudian berubah menjadi Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa. Dalam perkembangannya, Kertha Wisesa dikenal menempatkan seni, prestasi, dan kerohanian sebagai bagian dari identitas perguruan.

Pemerintah Kabupaten Badung juga mencatat Kertha Wisesa sebagai salah satu perguruan yang menjadi inisiator berdirinya IPSI di Bali dan kemudian dikukuhkan sebagai salah satu anggota luar biasa IPSI Bali.

Linimasa

Tonggak perjalanan

Jejak awal perguruan

I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar, disebut sebagai pendiri. Nama awal yang tercatat: ESTI / Eka Sentosa Stiti.

Pencak silat dan pembinaan pemuda

Jejak sejarah perjuangan Bali menyebut Made Regog dalam jaringan pembinaan fisik dan mental pemuda melalui pencak silat pada masa perjuangan kemerdekaan.

Kertha Wisesa

Nama perguruan berubah dari ESTI menjadi Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa.

Penguatan padepokan dan pembinaan

Perguruan memperoleh dukungan pemanfaatan aset pemerintah di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, untuk pengembangan pusat latihan.

Era Baru: Persatuan, Transparansi, Prestasi

DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029 dilantik, dilanjutkan Kejurda VIII yang melibatkan pesilat dari kabupaten/kota se-Bali.

Pendiri & Maha Guru

Akar yang tidak boleh hilang

MR

Pendiri · Maha Guru

I Made Regog Gunung

Bapak Gunung · Pekak Gunung

Tokoh asal Banjar Celagi Gendong, Denpasar, yang dalam catatan perguruan dan publikasi pemerintah disebut sebagai pendiri awal ESTI, cikal bakal PPS Kertha Wisesa. Jejak sejarah perjuangan juga mengaitkan Made Regog dengan pembinaan pemuda melalui pencak silat pada masa perjuangan kemerdekaan.

Foto arsip keluarga/organisasi dapat ditambahkan tanpa mengubah struktur halaman.

NB

Maha Guru

I Nyoman Bedeg

Bersama I Made Regog Gunung, namanya tercatat dalam tradisi organisasi modern Kertha Wisesa sebagai tokoh yang dinobatkan sebagai Maha Guru.

Riwayat rinci akan diperluas ketika arsip primer perguruan tersedia.

Jati Diri

Tiga napas Kertha Wisesa

Warisan yang hidup bukan hanya melalui jurus, tetapi melalui cara bersikap.

01

Seni

Menjaga bentuk, rasa, tradisi, dan karakter pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan Bali dan Indonesia.

02

Prestasi

Membina pesilat, pelatih, dan wasit juri untuk berkembang dalam kompetisi lokal hingga tingkat nasional dan internasional.

03

Kerohanian

Menempatkan pengendalian diri, disiplin, etika, keberanian, dan keseimbangan batin sebagai bagian dari latihan.

Organisasi

Era Baru Kertha Wisesa

DPP

I Ketut Widiana Karya

Ketua DPP yang disebut dalam publikasi pelantikan pengurus wilayah Bali 2024.

DPD Bali · 2024–2029

I Putu Ari Purnawan

Ketua Umum DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029.

Semangat

Persatuan · Transparansi · Prestasi

Spirit kepengurusan wilayah Bali yang dipublikasikan saat pelantikan 25 Agustus 2024.

Struktur organisasi di halaman ini hanya menampilkan jabatan yang memiliki jejak publik yang dapat diverifikasi. Susunan lengkap DPP/DPD/DPC dapat ditambahkan setelah dokumen keputusan resmi tersedia.

Jejak & Pembinaan

Tradisi yang tetap bergerak

393pesilat dilaporkan mengikuti Kejurda VIII 2024
9kabupaten/kota Bali terwakili
VIIIKejurda PPS Kertha Wisesa tingkat Bali pada 2024

Padepokan

Jejak pemerintah menempatkan pengembangan padepokan Kertha Wisesa di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung sebagai pusat latihan dan pembinaan.

Atlet

Kertha Wisesa aktif dalam pembinaan atlet dan kejuaraan IPSI, termasuk jalur menuju kompetisi pelajar, provinsi, nasional, hingga pelatnas.

Pelatih & Wasit Juri

Program penataran pelatih dan wasit juri terus dijalankan untuk meningkatkan kualitas SDM dan profesionalisme pertandingan.

Pelestarian

Kertha Wisesa diposisikan sebagai warisan budaya pencak silat yang dijaga melalui regenerasi, persaudaraan antarwilayah, dan modernisasi organisasi.

Arsip & Sumber

Sejarah harus bisa ditelusuri

Situs ini memisahkan fakta yang memiliki sumber publik dari riwayat lisan yang masih memerlukan verifikasi arsip.

Program Arsip Digital

Dokumen keluarga dan perguruan dapat menjadi sumber sejarah generasi berikutnya.

Target pengembangan berikutnya: foto I Made Regog Gunung, dokumen ESTI lama, naskah keputusan organisasi, piagam, catatan perjuangan, silsilah guru, daftar jurus, serta dokumentasi padepokan dan kejuaraan.