Perguruan Pencak Silat Bali · Jejak sejak 1940

Kertha Wisesa

Menjaga warisan pencak silat Bali melalui seni, prestasi, kerohanian, persaudaraan, dan pengabdian lintas generasi.

1940Jejak awal perguruan
1973Nama Kertha Wisesa digunakan
500atlet Kejurda IX 2025
Turun untuk membaca ↓

Sejarah

Dari Celagi Gendong menuju warisan lintas generasi

Jejak publik Pemerintah Provinsi Bali mencatat keberadaan perguruan ini sejak 1940, didirikan oleh I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar. Pada masa awal perguruan dikenal dengan nama ESTI — Eka Sentosa Stiti.

Pada 1973, nama organisasi kemudian berubah menjadi Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa. Dalam perkembangannya, Kertha Wisesa dikenal menempatkan seni, prestasi, dan kerohanian sebagai bagian dari identitas perguruan.

Pemerintah Kabupaten Badung juga mencatat Kertha Wisesa sebagai salah satu perguruan yang menjadi inisiator berdirinya IPSI di Bali dan kemudian dikukuhkan sebagai salah satu anggota luar biasa IPSI Bali.

Linimasa

Tonggak perjalanan

Jejak awal perguruan

I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar, disebut sebagai pendiri. Nama awal yang tercatat: ESTI / Eka Sentosa Stiti.

ESSTI dalam kajian sejarah

Kajian sejarah Ketut Ardhana menyebut ESSTI telah terbentuk pada 1944 sebagai wadah pemuda untuk belajar bela diri dan menjaga keamanan banjar, dengan latihan pencak silat berpusat di Denpasar. Tanggal ini dicatat sebagai temuan akademik, bukan pengganti versi resmi perguruan tentang jejak sejak 1940.

Jaringan bawah tanah & perjuangan

Sumber sejarah perjuangan mencatat ESSTI sebagai organisasi pencak silat yang terkait mobilisasi pemuda dan jaringan bawah tanah. I Made Regog dari Celagi Gendong juga tercatat memimpin pemuda Pencak Silat Celagigendong setelah mengalami penahanan dan penyiksaan.

I Made Regog dalam jaringan perjuangan Badung

Kajian sejarah I Ketut Ardhana mencatat Markas Penyelidik Umum (MPU) di Denpasar berada di bawah pimpinan I Made Regog. Sumber LVRI/Pemkot Denpasar juga menempatkan Made Regog dalam rapat pejuang 8 April 1946 yang merencanakan Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946.

Jejak “I Regig” dari Celagi Gendong

Penelitian Universitas Warmadewa mencatat seorang sopir bernama I Regig dari Banjar Celagi Gendong membawa pejuang dari Negara menuju Desa Banjar, Buleleng. Kesamaan nama dan asal sangat kuat, tetapi identitasnya sebagai I Gede Regig keluarga Pekak Gunung belum dinyatakan final.

Pendirian resmi ESSTI menurut tradisi organisasi

Pembina Yayasan Kertha Wisesa I Made Arka pada 2024 menyebut ESSTI secara resmi didirikan 2 Oktober 1950 oleh veteran pejuang I Made Regog Gunung. Tanggal ini dicatat sebagai fase formalisasi, berdampingan dengan jejak aktivitas 1940–1949.

Kertha Wisesa

Menurut keterangan organisasi yang dipublikasikan pada 2024, ESSTI berubah nama dan melahirkan Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa pada 16 Mei 1973.

Penguatan padepokan dan pembinaan

Perguruan memperoleh dukungan pemanfaatan aset pemerintah di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, untuk pengembangan pusat latihan.

Era Baru: Persatuan, Transparansi, Prestasi

DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029 dilantik. Tahun yang sama diisi penataran pelatih dan wasit juri serta Kejurda VIII di Tabanan yang diikuti 393 pesilat dan 90 official.

Kejurda IX di Karangasem

DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali menggelar Kejurda IX pada 26–28 Desember 2025 di GOR Gunung Agung, Karangasem, melibatkan sekitar 500 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Jejak kompetisi & organisasi Denpasar

Dokumen yang tersimpan di portal Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan PPS Kertha Wisesa Denpasar mengajukan dukungan akomodasi untuk mengikuti kejuaraan di Jakarta. Dokumen itu juga mencatat kepengurusan Denpasar: I Nyoman Adi Suardika (Ketua), Ni Made Ayu Ardani (Sekretaris), dan I Made Yoga Adi Reswara (Bendahara). Hasil kejuaraan belum ditemukan.

Catatan Penelitian

Sumber lama tidak selalu memakai nama dan tanggal yang sama

Perbedaan sumber ditampilkan apa adanya agar sejarah tidak dipaksakan menjadi satu versi sebelum bukti cukup.

Pemprov Bali · 2021

I Made Regog / Bapak Gunung

Mencatat jejak perguruan sejak 1940, didirikan I Made Regog alias Bapak Gunung dari Celagi Gendong, dengan nama awal ESTI / Eka Sentosa Stiti.

Depdikbud · 1985

“Bapak Raka” / “Pak Raka Gunung”

Buku Pencak Silat Daerah Bali menyebut nama ini sebagai tokoh/guru utama dan menyatakan dasar aliran Kertha Wisesa berasal dari Cimande. Buku yang sama juga mencatat Nyoman Bedeg dan Regig di antara tokoh awal.

Cornell · wawancara 1986

Made Regog sebagai pendiri ESSTI

Kajian Geoffrey Robinson menyebut pendiri ESSTI adalah Made Regog, yang bekerja dengan Yama Butai, dan mencatat penyebaran ESSTI dari Badung ke Tabanan, Gianyar, dan Karangasem.

Tradisi organisasi · 2024

2 Oktober 1950 & 16 Mei 1973

I Made Arka membedakan pendirian resmi ESSTI pada 2 Oktober 1950 dari perubahan nama menjadi Kertha Wisesa pada 16 Mei 1973. Situs memperlakukan 1940, 1944, dan 1950 sebagai lapisan kronologi yang berbeda, bukan memilih salah satu tanpa arsip pendirian asli.

Belum disimpulkan: situs ini belum menyamakan “Bapak Raka / Pak Raka Gunung” dengan I Made Regog / Pekak Gunung. Kemungkinan salah tulis, nama lain, atau tokoh berbeda masih harus dibuktikan melalui arsip dan kesaksian silang.

Pendiri & Maha Guru

Akar yang tidak boleh hilang

I Made Regog Gunung atau Pekak Gunung
Restorasi digital dari arsip keluarga · Tahun foto belum teridentifikasi

Pendiri · Maha Guru

I Made Regog Gunung

Bapak Gunung · Pekak Gunung

Tokoh asal Banjar Celagi Gendong, Denpasar, yang dalam catatan perguruan dan publikasi pemerintah disebut sebagai pendiri awal ESTI, cikal bakal PPS Kertha Wisesa. Sumber sejarah perjuangan Badung juga mencatat I Made Regog pernah ditangkap di Banyuwangi, dibawa ke Denpasar, ditahan dan disiksa, kemudian memimpin pemuda dalam organisasi Pencak Silat Celagigendong.

Foto utama Pekak Gunung merupakan restorasi digital dari arsip keluarga; tahun dan lokasi foto masih ditelusuri. Detail visual restorasi tidak digunakan sebagai bukti sejarah.

NB

Maha Guru · Generasi Pendiri

I Nyoman Bedeg

Adik kandung Pekak Gunung Keterangan keluarga

I Nyoman Bedeg tercatat bersama I Made Regog Gunung sebagai dua tokoh pendiri yang dinobatkan sebagai Maha Guru Kertha Wisesa pada 2021. Hubungan kakak-adik kandung dicatat dari keterangan keluarga dan sedang ditelusuri bukti arsip pendukungnya.

Riwayat hidup, guru, murid, dan peran organisasi masih dalam penelitian arsip.

Silsilah Pendiri

Keluarga yang berada di akar perguruan

Bagian ini membedakan data yang terverifikasi publik dari keterangan keluarga yang masih dicari dokumen penguatnya.

Keluarga Celagi Gendong
Keterangan keluarga 1 · I Gede Regig Kakak kandung Pekak Gunung

Nama “Regig” tercatat secara independen dalam dokumentasi Depdikbud 1985 sebagai salah satu tokoh awal Kertha Wisesa. Penelitian lain juga mencatat “I Regig” asal Celagi Gendong dalam jaringan transportasi pejuang tahun 1949. Nama lengkap dan hubungan saudara tetap berasal dari keterangan keluarga.

Buka catatan tokoh →
Sumber publik 2 · I Made Regog Gunung Pekak Gunung · Bapak Gunung

Pendiri awal ESTI / tokoh awal Kertha Wisesa.

Keterangan keluarga 3 · I Nyoman Bedeg Adik kandung Pekak Gunung

Nama Nyoman Bedeg juga tercatat dalam dokumentasi Depdikbud 1985 dan kemudian dinobatkan sebagai Maha Guru.

Jalur Lokal · Pemedilan

Tradisi silat Pemedilan ditelusuri sebagai jalur tersendiri

Hubungannya dengan garis pusat Celagi Gendong belum dipaksakan sebagai hubungan guru–murid sampai ditemukan bukti.

Kesaksian keluarga Pemedilan

I Nyoman Siki

Dalam kesaksian tertulis I Gede Tapa Sudana, I Nyoman Siki dikenang sebagai guru pencak silat yang mengajar di halaman rumah keluarga di Pemedilan.

Buka catatan tokoh →
Dokumentasi 1985

I Made Sujana “Balok”

Dokumen Depdikbud mencatat Sujana Balok sebagai Kader Utama Kertha Wisesa dari Pemecutan. Riwayat lokal keluarga menyebut perannya sebagai Ketua Ranting Pemedilan.

Buka biografi & arsip →
Lambang PPS Kertha Wisesa

Lambang & Identitas

Cakra, Trisula, dan jati diri Kertha Wisesa

Lambang Kertha Wisesa telah terdokumentasi dalam buku pemerintah Pencak Silat Daerah Bali (1985). Sumber itu menjelaskan cakra merah sebagai keberanian, padi dan kapas putih sebagai kesucian, senjata cabang hitam sebagai kelanggengan, serta cakra sebagai senjata untuk menembus kegelapan.

Dalam lapisan organisasi modern, Trisula kembali ditekankan sebagai bagian jati diri Kertha Wisesa, sementara seruan “Cakra, Kertha Wisesa Jaya” tetap digunakan. Makna lama dan penafsiran modern disimpan sebagai dua lapisan dokumentasi, bukan dicampur menjadi satu sumber.

Jati Diri

Tiga napas Kertha Wisesa

Warisan yang hidup bukan hanya melalui jurus, tetapi melalui cara bersikap.

01

Seni

Menjaga bentuk, rasa, tradisi, dan karakter pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan Bali dan Indonesia.

02

Prestasi

Membina pesilat, pelatih, dan wasit juri untuk berkembang dalam kompetisi lokal hingga tingkat nasional dan internasional.

03

Kerohanian

Menempatkan pengendalian diri, disiplin, etika, keberanian, dan keseimbangan batin sebagai bagian dari latihan.

Organisasi

Era Baru Kertha Wisesa

DPP

I Ketut Widiana Karya

Ketua DPP yang disebut dalam publikasi pelantikan pengurus wilayah Bali 2024.

DPD Bali · 2024–2029

I Putu Ari Purnawan

Ketua Umum DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029.

Semangat

Persatuan · Transparansi · Prestasi

Spirit kepengurusan wilayah Bali yang dipublikasikan saat pelantikan 25 Agustus 2024.

Struktur organisasi di halaman ini hanya menampilkan jabatan yang memiliki jejak publik yang dapat diverifikasi. Susunan lengkap DPP/DPD/DPC dapat ditambahkan setelah dokumen keputusan resmi tersedia.

Atlet & Prestasi

Jejak prestasi dari ranting hingga panggung internasional

Daftar ini hanya memuat atlet dan hasil yang sudah dapat ditelusuri melalui sumber publik. Arsip generasi lama masih terbuka untuk dilengkapi dari piagam, SK, koran lama, dan dokumentasi perguruan.

Nasional · Internasional

2020–2025

I Kadek Adi Budiasta

Dibesarkan di Kertha Wisesa Ranting Yamuna. Masuk Pelatnas, juara Popnas, peraih perak PON XXI 2024, emas Asian Pencak Silat Championship 2024, serta rangkaian emas nasional dan internasional pada 2025.

Kejurnas/Open · 2018

34 atlet · seluruhnya bermedali

Ranting Bima Sakti

Pandu Samudra Cup Open I di Tegal menghasilkan 31 emas, 2 perak, dan 1 perunggu untuk Kertha Wisesa Bali.

Piala Panglima TNI · 2025

Pra Remaja

Ni Nyoman Istina Revika Adia

Dinobatkan sebagai pesilat terbaik putri kategori pra remaja; kontingen Kertha Wisesa juga menjadi juara umum pra remaja dan juara favorit.

Buka Daftar Atlet & Prestasi →

Periode sebelum 2014 belum memiliki daftar nama atlet digital yang cukup kuat. Kekosongan itu ditandai sebagai target penelitian, bukan dianggap tidak ada prestasi.

Jejak & Pembinaan

Tradisi yang tetap bergerak

Angka ringkas memakai data Kejurda terbaru yang sudah terverifikasi publik: Kejurda IX PPS Kertha Wisesa Bali 2025 di Karangasem.

500atlet mengikuti Kejurda IX 2025 di Karangasem
9kabupaten/kota Bali terwakili
IXKejurda PPS Kertha Wisesa tingkat Bali · 26–28 Desember 2025

Padepokan & Ranting

Jejak pemerintah menempatkan Padepokan Pusat Kertha Wisesa di Kerobokan, Kuta Utara. Arsip jaringan kini juga menghimpun ranting, cabang, alamat, pengurus, dan status verifikasinya.

Buka jaringan padepokan & ranting →

Atlet

Kertha Wisesa aktif dalam pembinaan atlet dan kejuaraan IPSI, termasuk jalur menuju kompetisi pelajar, provinsi, nasional, hingga pelatnas.

Pelatih & Wasit Juri

Program penataran pelatih dan wasit juri terus dijalankan untuk meningkatkan kualitas SDM dan profesionalisme pertandingan.

Pelestarian

Kertha Wisesa diposisikan sebagai warisan budaya pencak silat yang dijaga melalui regenerasi, persaudaraan antarwilayah, dan modernisasi organisasi.

Arsip & Sumber

Sejarah harus bisa ditelusuri

Situs ini memisahkan fakta yang memiliki sumber publik dari riwayat lisan yang masih memerlukan verifikasi arsip.

Program Arsip Digital

Dokumen keluarga dan perguruan dapat menjadi sumber sejarah generasi berikutnya.

Target pengembangan berikutnya: identifikasi foto dan tanda jasa I Made Regog Gunung, dokumen ESTI lama, manuskrip perjuangan, keputusan organisasi, piagam, silsilah guru-murid, daftar jurus, sejarah ranting, serta dokumentasi padepokan dan kejuaraan.