Jejak awal perguruan
I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar, disebut sebagai pendiri. Nama awal yang tercatat: ESTI / Eka Sentosa Stiti.
Perguruan Pencak Silat Bali · Jejak sejak 1940
Menjaga warisan pencak silat Bali melalui seni, prestasi, kerohanian, persaudaraan, dan pengabdian lintas generasi.
Sejarah
Jejak publik Pemerintah Provinsi Bali mencatat keberadaan perguruan ini sejak 1940, didirikan oleh I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar. Pada masa awal perguruan dikenal dengan nama ESTI — Eka Sentosa Stiti.
Pada 1973, nama organisasi kemudian berubah menjadi Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa. Dalam perkembangannya, Kertha Wisesa dikenal menempatkan seni, prestasi, dan kerohanian sebagai bagian dari identitas perguruan.
Pemerintah Kabupaten Badung juga mencatat Kertha Wisesa sebagai salah satu perguruan yang menjadi inisiator berdirinya IPSI di Bali dan kemudian dikukuhkan sebagai salah satu anggota luar biasa IPSI Bali.
Linimasa
I Made Regog alias Bapak Gunung dari Banjar Celagi Gendong, Denpasar, disebut sebagai pendiri. Nama awal yang tercatat: ESTI / Eka Sentosa Stiti.
Kajian sejarah Ketut Ardhana menyebut ESSTI telah terbentuk pada 1944 sebagai wadah pemuda untuk belajar bela diri dan menjaga keamanan banjar, dengan latihan pencak silat berpusat di Denpasar. Tanggal ini dicatat sebagai temuan akademik, bukan pengganti versi resmi perguruan tentang jejak sejak 1940.
Sumber sejarah perjuangan mencatat ESSTI sebagai organisasi pencak silat yang terkait mobilisasi pemuda dan jaringan bawah tanah. I Made Regog dari Celagi Gendong juga tercatat memimpin pemuda Pencak Silat Celagigendong setelah mengalami penahanan dan penyiksaan.
Kajian sejarah I Ketut Ardhana mencatat Markas Penyelidik Umum (MPU) di Denpasar berada di bawah pimpinan I Made Regog. Sumber LVRI/Pemkot Denpasar juga menempatkan Made Regog dalam rapat pejuang 8 April 1946 yang merencanakan Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946.
Penelitian Universitas Warmadewa mencatat seorang sopir bernama I Regig dari Banjar Celagi Gendong membawa pejuang dari Negara menuju Desa Banjar, Buleleng. Kesamaan nama dan asal sangat kuat, tetapi identitasnya sebagai I Gede Regig keluarga Pekak Gunung belum dinyatakan final.
Pembina Yayasan Kertha Wisesa I Made Arka pada 2024 menyebut ESSTI secara resmi didirikan 2 Oktober 1950 oleh veteran pejuang I Made Regog Gunung. Tanggal ini dicatat sebagai fase formalisasi, berdampingan dengan jejak aktivitas 1940–1949.
Menurut keterangan organisasi yang dipublikasikan pada 2024, ESSTI berubah nama dan melahirkan Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa pada 16 Mei 1973.
Perguruan memperoleh dukungan pemanfaatan aset pemerintah di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, untuk pengembangan pusat latihan.
DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029 dilantik. Tahun yang sama diisi penataran pelatih dan wasit juri serta Kejurda VIII di Tabanan yang diikuti 393 pesilat dan 90 official.
DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali menggelar Kejurda IX pada 26–28 Desember 2025 di GOR Gunung Agung, Karangasem, melibatkan sekitar 500 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Bali.
Dokumen yang tersimpan di portal Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan PPS Kertha Wisesa Denpasar mengajukan dukungan akomodasi untuk mengikuti kejuaraan di Jakarta. Dokumen itu juga mencatat kepengurusan Denpasar: I Nyoman Adi Suardika (Ketua), Ni Made Ayu Ardani (Sekretaris), dan I Made Yoga Adi Reswara (Bendahara). Hasil kejuaraan belum ditemukan.
Catatan Penelitian
Perbedaan sumber ditampilkan apa adanya agar sejarah tidak dipaksakan menjadi satu versi sebelum bukti cukup.
Mencatat jejak perguruan sejak 1940, didirikan I Made Regog alias Bapak Gunung dari Celagi Gendong, dengan nama awal ESTI / Eka Sentosa Stiti.
Buku Pencak Silat Daerah Bali menyebut nama ini sebagai tokoh/guru utama dan menyatakan dasar aliran Kertha Wisesa berasal dari Cimande. Buku yang sama juga mencatat Nyoman Bedeg dan Regig di antara tokoh awal.
Kajian Geoffrey Robinson menyebut pendiri ESSTI adalah Made Regog, yang bekerja dengan Yama Butai, dan mencatat penyebaran ESSTI dari Badung ke Tabanan, Gianyar, dan Karangasem.
I Made Arka membedakan pendirian resmi ESSTI pada 2 Oktober 1950 dari perubahan nama menjadi Kertha Wisesa pada 16 Mei 1973. Situs memperlakukan 1940, 1944, dan 1950 sebagai lapisan kronologi yang berbeda, bukan memilih salah satu tanpa arsip pendirian asli.
Pendiri & Maha Guru
Pendiri · Maha Guru
Bapak Gunung · Pekak Gunung
Tokoh asal Banjar Celagi Gendong, Denpasar, yang dalam catatan perguruan dan publikasi pemerintah disebut sebagai pendiri awal ESTI, cikal bakal PPS Kertha Wisesa. Sumber sejarah perjuangan Badung juga mencatat I Made Regog pernah ditangkap di Banyuwangi, dibawa ke Denpasar, ditahan dan disiksa, kemudian memimpin pemuda dalam organisasi Pencak Silat Celagigendong.
Foto utama Pekak Gunung merupakan restorasi digital dari arsip keluarga; tahun dan lokasi foto masih ditelusuri. Detail visual restorasi tidak digunakan sebagai bukti sejarah.
Maha Guru · Generasi Pendiri
Adik kandung Pekak Gunung Keterangan keluarga
I Nyoman Bedeg tercatat bersama I Made Regog Gunung sebagai dua tokoh pendiri yang dinobatkan sebagai Maha Guru Kertha Wisesa pada 2021. Hubungan kakak-adik kandung dicatat dari keterangan keluarga dan sedang ditelusuri bukti arsip pendukungnya.
Riwayat hidup, guru, murid, dan peran organisasi masih dalam penelitian arsip.
Silsilah Pendiri
Bagian ini membedakan data yang terverifikasi publik dari keterangan keluarga yang masih dicari dokumen penguatnya.
Nama “Regig” tercatat secara independen dalam dokumentasi Depdikbud 1985 sebagai salah satu tokoh awal Kertha Wisesa. Penelitian lain juga mencatat “I Regig” asal Celagi Gendong dalam jaringan transportasi pejuang tahun 1949. Nama lengkap dan hubungan saudara tetap berasal dari keterangan keluarga.
Buka catatan tokoh →Pendiri awal ESTI / tokoh awal Kertha Wisesa.
Nama Nyoman Bedeg juga tercatat dalam dokumentasi Depdikbud 1985 dan kemudian dinobatkan sebagai Maha Guru.
Jalur Lokal · Pemedilan
Hubungannya dengan garis pusat Celagi Gendong belum dipaksakan sebagai hubungan guru–murid sampai ditemukan bukti.
Dalam kesaksian tertulis I Gede Tapa Sudana, I Nyoman Siki dikenang sebagai guru pencak silat yang mengajar di halaman rumah keluarga di Pemedilan.
Buka catatan tokoh →Dokumen Depdikbud mencatat Sujana Balok sebagai Kader Utama Kertha Wisesa dari Pemecutan. Riwayat lokal keluarga menyebut perannya sebagai Ketua Ranting Pemedilan.
Buka biografi & arsip →
Lambang & Identitas
Lambang Kertha Wisesa telah terdokumentasi dalam buku pemerintah Pencak Silat Daerah Bali (1985). Sumber itu menjelaskan cakra merah sebagai keberanian, padi dan kapas putih sebagai kesucian, senjata cabang hitam sebagai kelanggengan, serta cakra sebagai senjata untuk menembus kegelapan.
Dalam lapisan organisasi modern, Trisula kembali ditekankan sebagai bagian jati diri Kertha Wisesa, sementara seruan “Cakra, Kertha Wisesa Jaya” tetap digunakan. Makna lama dan penafsiran modern disimpan sebagai dua lapisan dokumentasi, bukan dicampur menjadi satu sumber.
Jati Diri
Warisan yang hidup bukan hanya melalui jurus, tetapi melalui cara bersikap.
Menjaga bentuk, rasa, tradisi, dan karakter pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan Bali dan Indonesia.
Membina pesilat, pelatih, dan wasit juri untuk berkembang dalam kompetisi lokal hingga tingkat nasional dan internasional.
Menempatkan pengendalian diri, disiplin, etika, keberanian, dan keseimbangan batin sebagai bagian dari latihan.
Organisasi
Ketua DPP yang disebut dalam publikasi pelantikan pengurus wilayah Bali 2024.
Ketua Umum DPD PPS Kertha Wisesa Wilayah Bali masa bakti 2024–2029.
Spirit kepengurusan wilayah Bali yang dipublikasikan saat pelantikan 25 Agustus 2024.
Struktur organisasi di halaman ini hanya menampilkan jabatan yang memiliki jejak publik yang dapat diverifikasi. Susunan lengkap DPP/DPD/DPC dapat ditambahkan setelah dokumen keputusan resmi tersedia.
Jejak & Pembinaan
Angka ringkas memakai data Kejurda terbaru yang sudah terverifikasi publik: Kejurda IX PPS Kertha Wisesa Bali 2025 di Karangasem.
Jejak pemerintah menempatkan Padepokan Pusat Kertha Wisesa di Kerobokan, Kuta Utara. Arsip jaringan kini juga menghimpun ranting, cabang, alamat, pengurus, dan status verifikasinya.
Buka jaringan padepokan & ranting →Kertha Wisesa aktif dalam pembinaan atlet dan kejuaraan IPSI, termasuk jalur menuju kompetisi pelajar, provinsi, nasional, hingga pelatnas.
Program penataran pelatih dan wasit juri terus dijalankan untuk meningkatkan kualitas SDM dan profesionalisme pertandingan.
Kertha Wisesa diposisikan sebagai warisan budaya pencak silat yang dijaga melalui regenerasi, persaudaraan antarwilayah, dan modernisasi organisasi.
Arsip & Sumber
Situs ini memisahkan fakta yang memiliki sumber publik dari riwayat lisan yang masih memerlukan verifikasi arsip.
Program Arsip Digital
Target pengembangan berikutnya: identifikasi foto dan tanda jasa I Made Regog Gunung, dokumen ESTI lama, manuskrip perjuangan, keputusan organisasi, piagam, silsilah guru-murid, daftar jurus, sejarah ranting, serta dokumentasi padepokan dan kejuaraan.